Huft, akhirnya yaa setelah aku berhasil dengan lancarnya menyelesaikan Tugas Akhir untuk mendapatkan gelar (Amd) di STIE Perbanas Surabaya yang kucintai dan kusayangi.... (Eeeecieeeecieeee)
Sekarang giliran aku memulai kembali perjuangan untuk mendapatkan gelar (SE) di Institute Perbanas Jakarta yang baru ku kenal sejak November 2014 lalu
Hmmmmm #CemungudH
Untuk skripsi aku kali ini, aku bener2 dibikin repot bin ribet
Banyak peraturan-peraturan yang ditentukan oleh kampus dimana aku menimba ilmu (sumur kalee ya)
Salah satunya adalah tentang jumlah literatur yang harus aku kuasai yaitu minimal 15 buku literatur plus jurnal
Nah loh.... Piye to ki
But, bukan Fian namanya kalo ga bisa menemukan cara jitu untuk mendapatkan banyak literatur secara efektif dan efisien... Heehehee
Selain browsing-browsing aku juga rajin ke toko buku
Ya... Toko buku adalah surganya buku
Toko buku adalah tempat dimana para buku berkumpul untuk menunggu agar bisa diadopsi oleh para penikmat dan ahli baca (Ngaco.com)
Ok SKIP
Di toko buku biasanya aku menghabiskan waktu yang cukup lama
Selain karena sibuk mencari buku yang aku perlukan untuk mendukung skripsiku, aku juga sibuk mencari buku yang sudah telanjang (terbuka dari plastik tipis nan ketat yang membungkus rapi sekujur tubuh buku) yang notabene jarang ditemukan
Kalau sudah begitu, terpaksa aku mengarahkan jurus "koprek2" untuk buku yang sudah fix mau aku beli tapi masih bingung tentang isi atau edisinya
Ya... jurus ini adalah jurus dimana mata melihat deretan buku dan tangan bergerilya membuka paksa baju buku....
Setelah puas melihat isi nya dan benar2 yakin buku itulah yang diperlukan, langsung saja ambil yang baru... yang masih berbalut baju rapi dan GO TO CASHIER.... Hehehehehe
Selain itu, aku juga rajin mengunjungi perpustakaan yang telah disediakan oleh Pemerintah demi meningkatkan kecerdasan bangsa #Ngok. Perpustakaan yang sering aku kunjungi adalah Perpustakaan Kampus (Institute Perbanas), Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Bappenas.
Perpustakaan Kampus
Yaialah... Aku kan mahasiswanya... jadi wajar dong kalo cari referensi di perpus sendiri....
Ya...!! Perpustakaan kampus menjadi pilihan utama nih gaes
Selain faktor mudah, kita juga sebagai mahasiswa harus bisa mengoptimalkan peluang yang ada (Akuntansi banget dah)
Jadi buat kamu yang juga mau skripsi, mulailah mencari referensi di perpustakaan kampus kamu
Disana kamu bisa membaca skripsi-skripsi senior kamu yang bisa kamu jadikan sebagai referensi, but NO PLAGIAT ya gaes....!!
Kenapa aku memilih Perpustakaan Nasional?
Namanya aja Perpustakaan Nasional, pasti jumlah bukunya banyak dan lengkap... Walaupun ga jarang buku-buku yang tersedia adalah edisi lama... Tapi ga masalah... untuk tahun terbitnya kita bisa upgrade ke toko buku dengan mencari edisi terbarunya. Untuk bisa ke Perpustakaan Nasional ini, kita harus mendaftar untuk menjadi anggota. Caranya? Nanti saya akan kupas tuntas yyah
Dan.... Kenapa aku memilih Perpustakaan Bappenas?
Bukan hanya karena embel2 Bappenas yang membuatku tergiur untuk kesana.... Tetapi memang karena tempat itu adalah tempat dimana aku pernah magang dan bekerja selama kurang lebih 1 tahun 2 bulan, terhitung sejak November 2014-Desember 2015. So, untuk masuk kesana aku juga tidak perlu ribet karena hampir semua satpam mengenalku... Hohohoho.... Untuk yang belum pernah kesana dan berencana mau kesana gampang kok gaes.... Cukup lapor pada satpam, mengisi buku tamu, memakai ID yang diberikan oleh satpam dengan ditukar dengan tanda pengenal kamu, dan langsung deh menuju Perpustakaannya.
Tapi aku lebih menyarankan untuk ke Perpustakaan Kampus, Perpustakaan Nasional atau Toko Buku terdekat aja gaes... Lebih simple dan memang umum....
So, skripsi itu sebenarnya RUMIT... RU...MIT
Hahahahhahaa
But, SEMANGAT buat kita semua yang sedang atau akan mengerjakan SKRIPSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar